Ketika dini hari tadi, tiba-tiba hand phone berdering saya pun terbangun dan segera melihat siapa penelpon di jam 3 pagi itu. Terlihat nama adik di Kebumen yang menelpon, dan segera terlintas bahwa nantinya adalah berita duka. Iya bener, adik mengabarkan bila Bu Titik baru saja dipanggil pulang oleh Allah SWT di hari Sabtu Wage | 5 Maret 2016. Saya hanya segera mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, dan otak berpikir untuk segera memilih mana yang harus saya lakukan.
Di satu sisi hari ini saya punya tugas untuk mengisi presentasi di kantor dan sementara kabar duka pun penting untuk saya hadiri. Antara merasa harus pulang atau tetap meneruskan rencana kerja di hari Sabtu ini. Saya akhirnya harus mengalahkan kepentingan keluarga dan tetap melakukan kewajiban kerja di hari ini. Sulit bagi saya untuk memilih salah satunya. Mungkin ini sedikit keterlaluan tetapi sebenarnya hal itu pun sudah saya prediksi bila dilema ini akan terjadi, harapan hidup dari bibi itupun sangat kecil ketika Minggu, 29 Februari 2016 saya menjenguknya di ICU RS PKU Muhamadiyah Sruweng Kebumen.
Serangan Strook ke 2 memang sangat buruk dan biasanya fatal. Dan itu terlihat dari sorot mata bibi yang sudah tidak bisa berkomunikasi atau merespon kedatangan keponakan dan cucu-cucunya.Meski demikan memang saya tidak bisa mendahului takdirNya.
Namun demikian bayangan buruk itu muncul sebelumnya karena Jum'at pagi 4 Maret 2016 ketika sedang sarapan, adik memberitahukan bila bibi semalam sudah pulang, check out dari RS. Pulang dalam arti pulang paksa atau keluar RS karena pihak rumah sakit sudah angkat tangan. Dan saya pun minta ke adik untuk mencari kebenaran tindakan itu. Tetapi hari ini ketika memang sudah saatnya, apa boleh buat ? Itu semua hanyalah ketentuan Allah SWT, kita hanya bisa berupaya dan TakdirNya juga yang harus diterima dengan ikhlas.Selamat jalan Bu Titik, Allah lebih menyayangi dan meringankan beban sakit Bu Titik, 4 tahun terbaring sakit dalam kelumpuhan bukanlah waktu yang pendek dan kami semua mengikhlaskannya.
Semoga Allah SWT memberikan tempat yang baik di sisi Nya, memberikan ampunan atas semua dosa dan kesalahannya.
Saya selalu sedang mencoba untuk menanda apa yang telah menjejak di dalam perjalanan hidup saya,saya ingin menjadi pribadi yang dapat mengkoreksi jejak-jejak makna yang telah mengantarkan saya hingga sekarang. Bisa jadi apa yang tertulis sulit bagi saya untuk memahaminya tetapi di kesempatan berikutnya saya pasti dapat berpijak atas dasar jejak saya sendiri.
Sabtu, 05 Maret 2016
Selasa, 27 Oktober 2015
Penulis Perjalanan
Kalaupun saat ini saya menulis kembali di blogg, itu mungkin karena hari ini adalah hari Blogger Nasional. Agak kaget juga membaca status BBM teman saya tadi siang bilamana hari ini telah dicanangkan sebagai peringatannya. Atau sebab yang ke 2, karena saya selesai membaca ebook dari Phinemo yang bercerita tentang cara menjadi penulis perjalanan. Sepertinya asyik lho jadi penulis perjalanan dan saya sangat terinspirasi dari ebook tersebut yang mengatakan : jadilah orang yang suka berbagi meski itu sekedar informasi tentang obyek/tujuan wisata atau pengalaman perjalanan yang telah kita alami. Semakin kita sering berbagi maka kita akan semakin menjadi kaya.
Okay lah saya akan pastikan bahwa ini adalah awal kembali menata konsep diri menjadi penulis dari hobi saya travelling. Tentu saya akan mulai lagi dengan rekontruksi kisah - laporan perjalanan yang sudah pernah saya shared di facebook karena selama ini lebih sering menuliskan pengalaman itu di Fb.
Okay lah saya akan pastikan bahwa ini adalah awal kembali menata konsep diri menjadi penulis dari hobi saya travelling. Tentu saya akan mulai lagi dengan rekontruksi kisah - laporan perjalanan yang sudah pernah saya shared di facebook karena selama ini lebih sering menuliskan pengalaman itu di Fb.
![]() |
| Pantai Pancer Dorr Pacitan : 17 Oktober 2015 |
Minggu, 22 Maret 2015
Sukuh - Cetho Daya magismu yang Mengundangku
Alasannya apa ya kalau ditanya kenapa pengin mengkalibrasi Candi Sukuh dan Cetho ?
Saya nggak punya alasan yang lebih ilmiah kenapa saya pengin ke sana, selain saya merasa saya sangat dekat garis lahir saya. Bukan apa-apa saya punya alasan yang sangat pribadi ini selain ingin menyambung mising link akan cerita keluarga besar Tjitro Admadja. Sebagai seorang cucu saya merasa mampu untuk menjelaskan ini semua. Kenapa suwargi mbah buyut kakung makamnya di sembunyikan, dan sampai hari ini hanya naluri saya yang menuntunnya bahwa saya sudah dekat dengan lokasi makam itu. Iyach, makam tanpa nama, tanpa tanda dan ini semua karena almarhum adalah orang yang dicari oleh Belanda waktu itu. Suatu kehormatan bahwa meski sudah "sumare" jazad tidak boleh di sia-siakan, apalagi oleh bangsa asing.
Saya nggak punya alasan yang lebih ilmiah kenapa saya pengin ke sana, selain saya merasa saya sangat dekat garis lahir saya. Bukan apa-apa saya punya alasan yang sangat pribadi ini selain ingin menyambung mising link akan cerita keluarga besar Tjitro Admadja. Sebagai seorang cucu saya merasa mampu untuk menjelaskan ini semua. Kenapa suwargi mbah buyut kakung makamnya di sembunyikan, dan sampai hari ini hanya naluri saya yang menuntunnya bahwa saya sudah dekat dengan lokasi makam itu. Iyach, makam tanpa nama, tanpa tanda dan ini semua karena almarhum adalah orang yang dicari oleh Belanda waktu itu. Suatu kehormatan bahwa meski sudah "sumare" jazad tidak boleh di sia-siakan, apalagi oleh bangsa asing.
Si Kunir -Dieng : I'am come back again
Catatan saya tentang mbolang ini sebenarnya sangat konyol, bodoh dan dungu. Saking semangatnya ikut kegiatan mbolang - plesiran kere hore ini saya pun harus mengulang dua kali. Dungunya, ketika pertama kali menginjakan kaki di Desa Sembungan Dieng (27 Mei 2014) saya nggak merasa kurang sesuatu apapun. So, keputusan nanjak sich oke-oke wae. Ternyata sodarah-sodarah hanya kurang 300 M dari Puncak Si Kunir tiba-tiba saya harus meng ACC adat pagi, mboker. (Pikir saya waktu itu : kalau saya nekat mboker di semak-semak pasti kurang beradab - saya bukan orang primitif dan seketikan itu saya ijin kepada ketua rombongan bahwa saya harus turun mencari MCK).
Kecewa dan dendam jelas terlihat pada wajah saya maka dari itu tanggal 8 November 2014 saya putuskan nanjak kembali dan harus sampai di puncak Si Kunir, pokoke kudu. Sampai-sampai kepala suku - Trip Operator nya heran, kok ikut lagi, tanyanya.
Dan jawaban saya simple, "Aku belum punya dokumentasi photo di puncak itu khan?".
Subhanallah - puncak gunung itu sangat tinggi ya, dan anehnya meskipun tingginya kaya jabal ngad, suasana di sana kaya alun-alun. Ratusan orang sedang menikmati keindahan alam secara bersama-sama dan pastinya kemacetanpun terjadi ketika semua pendaki menuruni Gunung Dieng itu.
Kecewa dan dendam jelas terlihat pada wajah saya maka dari itu tanggal 8 November 2014 saya putuskan nanjak kembali dan harus sampai di puncak Si Kunir, pokoke kudu. Sampai-sampai kepala suku - Trip Operator nya heran, kok ikut lagi, tanyanya.
Dan jawaban saya simple, "Aku belum punya dokumentasi photo di puncak itu khan?".
Subhanallah - puncak gunung itu sangat tinggi ya, dan anehnya meskipun tingginya kaya jabal ngad, suasana di sana kaya alun-alun. Ratusan orang sedang menikmati keindahan alam secara bersama-sama dan pastinya kemacetanpun terjadi ketika semua pendaki menuruni Gunung Dieng itu.
Kereta Bathara Kresna - Menggugah Kenangan
Keretanya bagus, itu kata orang sich.
Dan sayapun sepakat - memang kereta Bathara Kresna sangat bagus apalagi rutenya membelah kota Solo hingga Wonogiri. Terlebih lagi saya berkesempatan memiliki karcis Rp 0,- untuk perjalanan dari Solo - Wonogiri (13 Maret 20150) unik bukan ? Dan kesempatan ini nggak akan terulang bukan? Maklum masih promo meski demikian saya juga harus mengalah karena isi kereta ternyata dipenuhi anak-anak yang juga menjajal kemegahan dan keindahan selama perjalanannya.
Ada rasa gembira bisa melihat wajah ceria anak-anak SD yang diajak gurunya ke Wonogiri sekedar untuk memperkenalkan kereta. Apalagi ketika mereka membuka bekal nasi dan minumannya. Pemandangan itu telah menjadi anchoring, teringat sebentar kenangan akan masa lalu ketika saya dibekali ibu di hari maulud nabi dengan menggunakan wadah makan aluminium berlauk telur asin atau dadar. Benar-benar menggembirakan suasana dalam kereta itu karena telah menghidupkan kenangan sosok masa kecil saya, cinta ibu saya dan kebersamaan bareng teman-teman.
Dan sayapun sepakat - memang kereta Bathara Kresna sangat bagus apalagi rutenya membelah kota Solo hingga Wonogiri. Terlebih lagi saya berkesempatan memiliki karcis Rp 0,- untuk perjalanan dari Solo - Wonogiri (13 Maret 20150) unik bukan ? Dan kesempatan ini nggak akan terulang bukan? Maklum masih promo meski demikian saya juga harus mengalah karena isi kereta ternyata dipenuhi anak-anak yang juga menjajal kemegahan dan keindahan selama perjalanannya.
Ada rasa gembira bisa melihat wajah ceria anak-anak SD yang diajak gurunya ke Wonogiri sekedar untuk memperkenalkan kereta. Apalagi ketika mereka membuka bekal nasi dan minumannya. Pemandangan itu telah menjadi anchoring, teringat sebentar kenangan akan masa lalu ketika saya dibekali ibu di hari maulud nabi dengan menggunakan wadah makan aluminium berlauk telur asin atau dadar. Benar-benar menggembirakan suasana dalam kereta itu karena telah menghidupkan kenangan sosok masa kecil saya, cinta ibu saya dan kebersamaan bareng teman-teman.
Pengalaman Baru Pasti Menggoda
Saya ingat dengan beberapa kalimat dialog Film nya Yoko - Golok Pembunuh Naga : Tidak ada kata tidak bisa yang ada tidak mau. Kalimat ini selalu menyemangati saya ketika menghadapi jalan buntu. Entah itu tersesat, ngga bisa mikir atau gagal. Seolah itu kalimat penghiburan yang sangat sakti, hahahahahaha. Tapi saya tahu kalimat itu hanyalah entry point kepada sebuah surat favorit saya "Al Insyirah" : "fainnama'al 'usri yusro.. innama'al 'usri yusro…"
sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.. bersama dengan kesulitan, ada kemudahan ...
Sudah beberapa lama sebenarnya saya pengin mengukur kesombongan diri saya akan fear factor ini, snorkeling. Meskipun berenang bukanlah hal yang baru tetapi menyelam adalah sesuatu yang patut dicoba dan sepertinya bukan saya banget kalau ngga sampai mencobanya. Bermodal duit cuma Rp 150.000,- akhirnya saya bisa membayar instruktur, sewa alat dan juga dokumentasinya. Owh ternyata alam bawah air kaya gitu, indah dan ikan itu unyu-unyu semua (ngga pernah ada yang tidur) heheheheeh
sesungguhnya bersama dengan kesulitan, ada kemudahan.. bersama dengan kesulitan, ada kemudahan
Sudah beberapa lama sebenarnya saya pengin mengukur kesombongan diri saya akan fear factor ini, snorkeling. Meskipun berenang bukanlah hal yang baru tetapi menyelam adalah sesuatu yang patut dicoba dan sepertinya bukan saya banget kalau ngga sampai mencobanya. Bermodal duit cuma Rp 150.000,- akhirnya saya bisa membayar instruktur, sewa alat dan juga dokumentasinya. Owh ternyata alam bawah air kaya gitu, indah dan ikan itu unyu-unyu semua (ngga pernah ada yang tidur) heheheheeh
Kamis, 06 Februari 2014
Mimpi Indah
Ketika terbangun hari ini saya begitu kaget bercampur gembira, bisa jadi saya boleh menggambarkannya sebagai kejadian yang langka. Tetapi saya gembira atas mimpi itu, kenapa?. Saya bermimpi di ujung subuh hari ini sepertinya saya berada di depan baitullah. Iya, saya mengalami pengalaman - sensasi yang luar biasa karena sedang berdiri mengamati Ha
jar Aswad - batu dari langit yang biasa di cium oleh para pengunjung Ka'bah.
Mimpi itu sempurna sekali menggambarkan situasinya disana sangat real dan hidup, padahal saya juga belum pernah ke sana sebelumnya.
Benar kalau dibilang bahwa "Pikiran itu mendahului realita" Pikiran adalah kompas untuk suatu tujuan, siapapun yang berani bermimpi itulah penakluk masa depan. Saya salah satunya, karena saya telah berani untuk bermimpi, bermimpi untuk semua hal.
jar Aswad - batu dari langit yang biasa di cium oleh para pengunjung Ka'bah.
Mimpi itu sempurna sekali menggambarkan situasinya disana sangat real dan hidup, padahal saya juga belum pernah ke sana sebelumnya.
Benar kalau dibilang bahwa "Pikiran itu mendahului realita" Pikiran adalah kompas untuk suatu tujuan, siapapun yang berani bermimpi itulah penakluk masa depan. Saya salah satunya, karena saya telah berani untuk bermimpi, bermimpi untuk semua hal.
Langganan:
Komentar (Atom)












