Saya selalu sedang mencoba untuk menanda apa yang telah menjejak di dalam perjalanan hidup saya,saya ingin menjadi pribadi yang dapat mengkoreksi jejak-jejak makna yang telah mengantarkan saya hingga sekarang. Bisa jadi apa yang tertulis sulit bagi saya untuk memahaminya tetapi di kesempatan berikutnya saya pasti dapat berpijak atas dasar jejak saya sendiri.
Jumat, 08 Februari 2013
Menjalani kehidupan, Anda selalu ingin hidup
Saya sangat tergila-gila dengan semua yang dia tulis. Entah itu novelnya atau cuma sekedar status Fb nya. Lebih ekstremnya saya boleh dibilang malah menjadikan Mr Paulo Cuelho sebagai role model. Kenapa ? Saya juga tidak tahu tetapi secara persisnya saya mulai mengenal tulisan Mr Paulo di Juni 2007. Setelah itu saya selalu berburu semua hal yang menyangkut karya, pendapat bahkan aktifitasnya.
Sengaja ini saya kutip dari blog nya dan saya sangat memandang perlu untuk menulis kembali di blog saya karena sangat luar biasa bagi "breakthrough" kehidupan siapapun yang bisa memahami tulisannya ini. Ia menulis sebagai berikut:
Menjalani kehidupan Anda selalu ingin hidup
oleh Paulo Coelho pada 6 Februari 2013
Bahkan ketika anda adalah hanya mempelajari kehidupan anda sendiri secara detail dan menghidupkan kembali setiap saat yang anda derita, berkeringat dan tersenyum di bawah matahari - anda masih akan pernah tahu persis ketika anda telah berguna untuk orang lain.
Kehidupan tidak pernah sia-sia. Setiap jiwa yang turun ke bumi ada di sini - karena suatu alasan.
Orang-orang yang benar-benar membantu orang lain tidak mencoba untuk menjadi berguna, tetapi menjalani hidup yang bermanfaat.
Mereka jarang memberikan nasihat, tetapi berfungsi sebagai contoh.
Lakukan satu hal: menjalani kehidupan, anda selalu ingin hidup.
Hindari mengkritik orang lain dan berkonsentrasi pada pemenuhan impian Anda. Ini mungkin tidak tampak sebagai hal yang sangat penting bagi anda, tetapi Allah, yang melihat semua, tahu bahwa contoh yang anda berikan adalah membantu Dia untuk memperbaiki dunia. Dan setiap hari, Dia akan memberikan lebih banyak berkat atasnya.
Dan ketika pengunjung yang tidak diinginkan tiba, Anda akan mendengarnya berkata:
"Adalah wajar untuk bertanya:" Bapa, Bapa, mengapa Engkau meninggalkan Aku? "
"Tapi sekarang, dalam hal ini kedua akhir dari kehidupan Anda di Bumi, saya akan memberitahu Anda apa yang saya lihat: Saya menemukan rumah bersih, meja diletakkan, ladang dibajak, bunga-bunga tersenyum. Saya menemukan setiap hal di tempat yang tepat, tepat sebagaimana mestinya. Anda mengerti bahwa hal-hal kecil yang bertanggung jawab untuk perubahan besar.
"Dan karena alasan itu, saya akan membawa Anda ke surga."
diambil dari NASKAH DITEMUKAN DI ACCRA
Jumat, 29 Juni 2012
Keniscayaan
Kita adalah buah pikiran kita, bisa ? Ya bisalah, seperti halnya dengan yang terdokumentasi di photo ini.
Tanggal 27 Juni 2012 saya chat dengan teman saya Mb Ira Novina Kalandara, bahwa saya merencanakan "sesuatu" sebagai ikhtiar untuk menempatkan Kalandara Foundation menjadi lebih marketable di Pendapi Gede Kompleks Balaikota Surakarta.
Kata saya " Ojo di critake disik sebelum rencana ini mewujudnya, dan jam demi jam saya ikuti dengan cermat dan Alhamdulillah Ibu Rustriningsih akhirnta bisa di area stad Kalandara 12,5 menit.
Dengan begitu Mas Yakobus sebagai direktur bisa memaparkan visi misi dan pencapaian Kalandara Foundation. Alhamdulillah - puji Tuhan Kalandara di agendakan untuk bisa memaparkan prestasi di Wagub berikutnya, kepada Pak Sigit dari Dinsos Provinsi Jateng - Bravo.
Grow with Character
Bukan lagi anda atau saya yang menderita, tetapi ...
Kesedihan anda adalah kesedihan saya. Kalau kita dingin saja ketika melihat kesedihan orang lain, hati kita telah menjadi tumpul. Kita hanya melihat kepentingan diri kita sendiri dalam hubungan dengan yang lain. Giliran kesedihan mendera, lalu kita merasa sendirian.
Tetapi dengan memahami kesedihan yang bukan milik anda atau milik saya, kita menjadi kuat. Sebab, bukan lagi anda atau saya yang menderita, tetapi seluruh kemanusiaan.
―Johanes Sudrijanta, SJ
"Revolusi Batin Adalah Revolusi Sosial"
Itulah yang menjadikan saya tidak mau dan mampu memutuskan diri dengan Lembaga Kalandara Semarang. Agaknya bersama Kalandara lah saya telah di ajari benih-benih kepedulian kepada sesama.
Berawal dari medio 2007 saya di terima sebagai Workplace officer untuk Soloraya melalui program penanggulangan HIV AIDS di lingkup tempat kerja. Selama 32 bulan saya secara harian fullday menjadi volunteer dan 1 Juli 2010 saya mendapat tugas baru dari DKT International untuk menjadi marketing support di Program social marketing of Andalan Contraception.
Namun ikatan keluarga dengan seluruh anggota Kalanddara lah yang menjadikan borderless, meski tidak seatap toh virtual office kita selalu terkoneksi dengan lembaga secara penuh. Beberapa tugas masih di percayakan kepada saya bilamana ada yang berada di tlatah Solo, sejujurnya saya memandang itu sebagai nilai kepercayaan yang luar biasa dan ada keinginan dari saya pribadi untuk menjadi role model bahwa menjadi volunteer itu bisa menunjang karir.
Tumbuh dengan karakter itu memang konsep yang sedang saya cermati dan saya agak berbeda dalam memandang itu sebagai kredo nya. Bilamana Jokowi bisa mem brand kan Solo sebagai seperti sekarang ini, tentunya siapapun bisa membawa brand dirinya dengan konsep yang di rancangnya pula. Ini adalah keberanian yang telah menumbuhi pikiran untuk selalu menciptakan carrier and charity menjadi 2 in 1. Saya beruntung mengafiliasi diri ke beberapa lembaga, karena semua itu menjadi arah dan pemadu kegiatan yang ingin kita kerjakan.
Minggu, 17 Juni 2012
Dilema atau Merugi Sendiri ?
Kata dilema adalah sebuah istilah yang menempatkan seseorang galau mengambil sikap. Sepertinya kalau galau saya tidak, cuma massalah keberanian mengambil keputusan. Nggak penting banget sih, galaunya saya ini. Apa itu jal? Saya cuma mau menghapus sebuah nama dari facebook saya.
Tindakan menghapus adalah perkara yang mudah bagi saya, cuma yang menjadikan pemikiran adalah konsekuensi atas tindakan itu. Cukup lama saya mempertimbangkan untung ruginya menghapus nama salah satu orang yang ada dalam daftar pertemanan saya itu.
Saya cukup lama mengenal dia karena sejak TK hingga SLTA saya satu sekolah dan justru mungkin karena menganggap saya sebagai teman karibnya maka dia secara sembarangan meng upload hal - hal yang menurut saya tidak pantas untuk di sandingkan di facebook saya. Sikap yang anasir dan selalu melawan arus, egosentris serta asosialnya yang menjadikan hari ini saya dimampukan untuk menghapusnya.
Saya sudah siap dengan semua konsekuensinya, dia tidak baik menjadi teman saya dan malah cenderung merusak reputasi dan harga diri saya. Daripada saya menjadi polemik dan tema bahasan di beranda saya sendiri lebih baik menghadapi satu orang yang mungkin kecewa dan sakit hati atas tindakan saya ini.
Saya hampir meyakini dia mampu mengkontrol kondisinya karena selama ini saya telah tahu track recordnya. Saya berharap dia akan belajar dari perjalanan hidupnya dan semoga dipantaskan untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik bagi semua orang.
The Alchemist
Setelah berjalan dipermukaan kehidupan ini, beberapa moment tertentu akhirnya terbukti bahwa “ Dalam hidup ini, justru hal-hal sederhanalah yang paling luar biasa. Hanya orang-orang bijak yang dapat memahaminya”. Pada hakekatnya kita semua adalah berkelana di ruang fisik dan ruang waktu dunia. Kita tidak tahu arah, petunjukNya hanyalah bertaburnya pertanda-pertanda di hamparan kehidupan kita. Itulah daya tarik berkelana bagi mereka – sang pengembara dunia, dia selalu mendapatkan teman-teman baru dan dia tidak perlu bersama-sama mereka sepanjang waktu. Kalau dia bergaul dengan orang yang sama sepanjang waktu - setiap hari, seperti halnya yang telah dialami oleh orang-orang yang mengabdi dan rela menyerahnkan dirinya pada rutinitas ciptaannya. Pada akhirnya dia menjadi bagian dari hidup orang itu. Lalu mereka ingin orang itu berubah. Kalau orang itu tidak seperti yang dikehendaki orang-orang lain, maka orang-orang lain menjadi marah. Orang-orang tampaknya selalu merasa lebih tahu bagaimana orang lain seharusnya menjalani hidup. Tapi mereka tidak tahu bagaimana seharusnya menjalani hidup mereka sendiri
Penggambaran yang sempurna dari ketidakmampuan orang memilih takdir mereka sendiri, pada akhirnya dikatakan bahwa setiap orang percaya akan dusta terbesar di dunia. Pada suatu titik dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita dan hidup kita telah dikendalikan oleh nasib, itulah dusta terbesarnya. Takdir adalah apa yang selalu ingin kita capai. Kita harus memilih antara cara hidup yang telah dikenal dan sesuatu yang ingin kita miliki. Kalau setiap hari terasa sama saja, itu karena kita tidak menyadari hal-hal indah yang terjadi dalam hidup kita setiap hari. Hukum keberuntungan “ sebab ada daya yang menghendaki engkau mewujudkan takdirmu, kau dibiarkan mencicipi sukses untuk menambah semangatmu”.
Jangan lupa segala sesuatu yang kau hadapi pusatnya hanya satu, jangan lupakan juga bahwa pertanda-pertanda, namun yang paling utama jangan lupa mengikuti takdirmu sampai pada akhirnya. Tetapi sebagian kita seperti orang pada umumnya, hanya melihat apa yang ingin kita lihat bukan apa yang sebenarnya terjadi. Ada beberapa hal yang tidak perlu dipertanyakan supaya kita tidak melarikan diri dari takdir. Kita harus tahu pasti apa yang kita inginkan. Setiap berkah yang tidak dihiraukan akan berubah menjadi kutukan.
Kebetulan dan keberuntungan - Semakin dekat seseorang dalam mewujudkan takdirnya, semakin takdir itu menjadi alasan sejati keberadaannya. Manusia tidak perlu takut akan hal-hal yang tidak diketahui kalau mereka sanggup meraih apa yang mereka butuhkan dan inginkan. Kita takut kehilangan, tapi rasa takut akan menguap begitu kita memahami bahwa kisah-kisah kita dan sejarah dunia ini ditulis oleh tangan yang sama.
Dalam usahanya mengejar impian itu, ada saja cobaan yang dialaminya untuk menguji keteguhan hati dan keberanian. Ini bukan perang antara kebaikan melawan kejahatan, ini perang antara kekuatan-kekuatan yang hendak menyeimbangkan. Perang seperti ini berlangsung lebih lama daripada perang-perang jenis lainnya. Sebab Allah berpihak kedua-duanya. Dimanapun hatimu berada disitulah hartamu ada - Kehidupan akan menarik kehidupan. Yang menahanmu adalah rasa takutmu sendiri. Hanya ada satu cara untuk belajar, melalui tindakan. Mereka mencari harta yang ditakdirkan tetapi tidak mau menjalani takdir itu. Allah menciptakan dunia agar melalui obyek-obyeknya yang terlihat, manusia bisa memahami ajaran-ajaran spritualNya serta kebijaksanaanNya.
Dimana hatimu berada disitu ada hartamu, rasa takut menderita lebih menyiksa daripada penderitaan itu sendiri. Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan bagi pemula, setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi pemenangnya. Manusia dibantu hatinya - bagi orang-orang yang mencoba mewujudkan takdirnya. Matamu menunjukan kekuatan jiwamu. Alchemist : menembus ke dalam jiwa dunia dan menemukan harta yang telah disediakan bagimu, siapapun yang campur tangan terhadap takdir orang lain tidak akan menemukan takdirnya sendiri. Alchemist orang yang memahami alam dan dunia, jangan menyerah pada rasa takutmu, kau tidak akan bisa berkomunikasi dengan hatimu. Hanya ada satu yang membuat orang tidak bisa mewujudkan impiannya, takut gagal. Justru takut matilah orang jadi lebih sadar akan hidupnya. Setiap orang di dunia ini, apapun pekerjaannya memainkan peran penting dalam sejarah dunia dan biasanya orang itu sendiri tidak menyadarinya.
Senin, 16 April 2012
Minggu, 15 April 2012
Ibu telah berpulang

Tanggal 14 April 2012 tentunya akan selalu menjadi ingatan yang di luar kepala, karena pada hari itu Ibu tercinta wafat dengan tenang dalam genggaman tangan saya, bapak dan saudaraku, Mbak Win dan adik Lukita. Saya sudah ikhlas akan kepulangan beliau di sisi Tuhan dan saya pertahankan dan saya jaga adalah kenangannya.
Pada hari ini ketika saya bertolak dari Kebumen ke Solo dengan menumpang kendaraan pemadu moda Damri timbul ide agar saya di mampukan untuk menulis detik-detik kepergian beliau.
Tanggal 12 April ketika sampai di Kebumen, saya bertemu dengan ibu yang tengah terbaring lemah karena memang asupan makanan yang seharusnya menjadi penopang hidupnya justru tidak ada karena ibu tidak mau makan, yang di konsumsi beliau hanya minum dan juice buah. Seperti biasanya saya pun mengambil peran untuk merawatnya, dan ketika duduk di samping dan menatap dahinya, terkejut lah karena saya melihat adanya tanda-tanda lebam mayat. Saya mencoba menghibur diri hanya sekedar sembunyi dari kenyataan bahwa saya tidak mampu melihat kondisi itu.Tapi kemudian saya abaikan dan tetap merawat seperti biasanya.
Hari Jum'at, 13 April 2012 ada keponakan ibu yang datang : Mas Purnomo dan mbak Lelik dari Purwokerto dan ibu masih bisa berkomunikasi dengan baik. Meski kondisinya lemah dan suaranya cedal. (Saya pikir karena ada sariawan). Dan sore jam 14.30 saya dan bapak ke Kantor Kecamatan Kebumen untuk E KTP dan sepulang dari sana di rumah kedatangan tamu dari tetangga dan bekas murid bapak (mbak Wati untuk meberikan juice manggis dan madu). Saya pun tidak acuh akan hal - hal aneh karena memang ibu masih bisa ingat dan dapat berkomunikasi.
Hingga malam hari tiba, pukul 22.00 tampak bapak, kakak dan adik saya sudah terlelap dalam tidur dan saya bolak-balik membetulkan posisi tidur ibu, karena beliau merasa tidak nyaman. Dan sembari dalam tidur beliau bicara yang tidak jelas artinya karena cedal. Nah, karena saya tidak paham akan "nglindur"nya maka saya mencoba tidur dikursi dekat pembaringannnya.
Ternyata kata-kata yang kerap terdengar tadi telah membangunkan tidur dari bapak dan ketika itu kata bapak, saya dan saudara-saudara tampak pulas sehingga bapak menunggu ibu sendirian. Dan menjelang jam 01.00 kakak dan adik saya terjaga dan menggantikan bapak menjagai ibu.
Sebelum saya di bangunkan, kata kakak saya ibu minta di gosok giginya dan seketika itu pun oleh kakak saya diambilkan sikat gigi dan close up. Kemudian saya di bangunkan oleh kakak karena kakak panik akibat ibu tidak bisa kumur. Saya mencoba tenang menghadapinya sembari mendengarkan penjelasan kakak. Adik saya cukup tenang dan mungkin karena adik juga sudah mencium gelagat tidak beres. Kakak saya tidak bisa membedakan suara "ngorok" pada orang yang sedang sakharatul maut. Karena kondisi memburuk maka saya mencoba membuka mata beliau dan pupil nya sudah membesar (tidak respon cahaya) dan saya mencoba memberikan air pakai sendok sembari membimbingnya. Laa illah hailallah - muhammadarosulillah, Allah. Allah. Upaya ini di respon beliau dan saya mendengar kata Allah, Allah, dst sambil mencoba menarik nafas yang sudah pendek dengan ritme yang meningkat.
Suasana kami berempat akhirnrya membangunkan tidur bapak dan bapak segera mengambil peran pemimpin dan menyuruh kami bertiga + adik ipar dan keponakan ambil air wudlu untuk membacakan yassin. Saya mencoba mengambil kesempatan terakhir untuk meminta maaf, dan mendampingi beliau sambil saya genggam tangannya. (Tangannya terasa dingin) dan saya membaca keembali yasin untuk mengantarkan kepergiaannya. Tabah dan sedih itu pasti tapi kuat iya. Dan akhirnya, pukul 01.47 menit bapak minta cermin kecil untuk mengetes uap air dari hidung beliau. Tidak ada uap air di permukaan cermin. Dan saya pun ketika itu belum yakin maka saya tes ke 2 dan memang 01.50 secara positif ibu wafat dan bapak meminta kami bareng-bareng mengucap Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.
Ketika menposisikan tangan beliau itulah tangis saya baru meledak dan saya sedih yang tidak terukur dengan parameter apapun. Meski demikian akal dan logika saya tetap bekerja sehingga adik dan kakak yang menenangkan saya pun berhasil dan saya bangkit untuk segera mengatur segala sesuatunya karena ibunda sudah berpulang. Telpon, sms ke sanak keluarga, handai taulan dan teman-teman saya lakukan. Begitu juga adik ipar yang dan semua saudara-saudara saya bergegas memberitahukan wafatnya beliau ke tetangga dan sontak rumah menjadi ramai.
Di situlah sesi kontemplasi, mengguggah kenangan akan ajaran dan nasihat ibu muncul semua dan saya mencoba mengingat semua apa yang pernah beliau ajarkan.
Selamat jalan ibu, ibu adalah pribadi luar biasa dan saya akan mengemban amanah sehingga keluarga besar Soedarsono akan tetap kokoh.
Langganan:
Postingan (Atom)




